Langsung ke konten utama

Postingan

Semakin Tajamnya Komersialisasi Pendidikan dan Penindasan Terhadap Mahasiswa UPI

Pemuda-mahasiswa tengah berada dalam kenyataan penindasan yang hebat. Terutama kampus UPI adalah salah satunya. Sebuah cerita pelik yang terus menyuguhkan rentetan diskrimasi dan penindasan terhadap mahasiswanya. Akhir-akhir ini problem yang sedang menajam terkait soal kebijakan cuti paksa terhadap mahasiswa. Kampus memberikan sanksi akademik berupa pencutian bagi mahasiswa yang belum atau tidak bisa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). UKT merupakan mekanisme pembayaran persemester yang baru diterapkan dengan penghapusan biaya pangkal masuk universitas. Jika sudah melewati waktu pembayaran yang sudah ditetapkan, secara langsung kampus pun tak segan untuk mencutipaksakan. Dalam pernyataan Aliansi Mahasiswa UPI sebelumnya “ ada 6 mahasiswa UPI yang dicutikan karena tidak bisa membayar UKT.  Jumlah yang sebenarnya masih lebih dari itu dikarenakan data ini baru dihimpun dari beberapa jurusan ”. Sedangkan, melalui akun twitternya BEM Rema UPI memberikan keterangan, “ ada beberapa ma...

Menyongsong Nasib (UU) Pendidikan Tinggi

Oleh : Moch. Vichi Fadhli R Pendidikan kini menjadi harapan masyarakat dalam memajukan nasib penghidupan yang lebih baik.Tentu negara harus memiliki tanggung jawab yang serius dalam menjamin warga negaranya agar tercerdaskan dan dapat memperoleh akses pendidikan yang luas, baik pada pendidikan dasar, menengah , maupun pendidikan tinggi. Namun ekspektasi untuk menciptakan bangsa dan masyarakat yang cerdas dalam membangun tatanan peradaban masyarakat yang maju baik secara ekonomi, politik, dan kebudayaan, sampai saat ini belum bisa terwujud. Kenyataan pendidikan di Indonesia hari ini masih jauh dari harapan dan kepentingan rakyat. Pendidikan saat ini lebih diorientasikan pada kepentingan pasar semata dan tidak pernah terbukti mampu menjawab persoalan rakyat. Sejak disahkannya Undang-undang Pendidikan Tinggi (UU PT) pada 13 Juli 2012 lalu, sangat terang bahwa pemerintah sangat memaksakan pemberlakuan suatu UU yang dapat mempermulus jalannya dalam skema liberalisasi, privatisa...

Skema Pemberangusan Demokrasi Kampus

Menyikapi Peraturan Disiplin Mahasiswa UPI 2013 Oleh : Moch. Vichi Fadhli R             Pemuda dan mahasiswa semakin dihadapkan pada ketidakpastian arah dan cenderung terjerambab dalam jurang semu dunia pendidikan kekinian. Hal ini semakin tampak, dalam melihati situasi nasional yang begitu bergejolak, dengan upaya liberalisasi di tubuh pendidikan yang pada akhirnya berimbas pada melonjaknya biaya pendidikan, komersialisasi pendidikan, hilangnya akses rakyat untuk mengenyam Pendidikan Tinggi (PT), juga diskriminasi terhadap rakyat dalam mengakes bangku pendidikan.             Dalam hal ini tentunya secara alamiah akan menumbuhkan gejolak protes masyarakat lewat berbagai aksi karena abainya pemerintah dalam melakukan pencerdasan terhadap seluruh rakyat Indonesia. Khususnya pemuda dan mahasiswa sebagai warga kampus yang turut secara langsung merasakan mahalnya harga k...

Jakarta, Kau lebih Kejam Dari Ibu Tiri..

Hari jumat (25/1) adalah hari dimana kita memulai perjalanan menuju Jakarta. Meski awalnya aku sempat menolak ikut, tapi pada akhirnya aku ikut juga. Hal yang akan memberikan aku semangat adalah berjumpa dengan kawan-kawan di Jakarta yang sudah lama tak bertemu. Sementara barang-barang bantuan sudah bertumpuk dan siap untuk diantar, kita memutuskan untuk memakai mobil untuk perjalanannya. Aku, Aldi, dan Restu/ketus, adalah kombinasi pelancong Jakarta yang cukup buruk, begitulah kata si Dicky.. Karena kombinasi ini buta wilayah Jakarta, dan akan banyak berbuat hal-hal konyol, begitulah ditegaskannya. Tepat pada jam 17.30 kita berangkat dari kampus. Perjalanan cukup lancar. Beberapa kali kita transit atas beberapa kebutuhan. Tujuan pertama kita singgah sejenak di Tambun Bekasi, rumah Aldi, atas dasar keperluannya mengambil cassan laptop. Sekalian aldi menerima subsidi beras dari orangtuanya, cukuplah,,untuk mengurangi bebannya dan hidup miskin di Bandung. Haha Selepas dari r...

GEJOLAK PERJUANGAN MESIR

Oleh Moch Vichi Fadhli R Dalam suatu penindasan, kecurigaan, dan otoritarian kekuasaan, membangkitkan naluri rakyat Mesir untuk bergerak dan melawan. Setelah 30 tahun rezim Mubarak memberikan penguatan dalam kekuasaan otoriter, pucuk-pucuk pembangkitan melawan hegemoni kuat Mubarak menerangi gelapnya kehidupan Mesir. Sikap yang mulai dikobarkan ini menyertai massa dalam skala yang besar. Terhitung ada satu juta lebih masyarakat bergabung untuk menyerukan satu suara yaitu “Turunkan Mubarak..”. Atas dasar revolusi, rakyat mengharapkan agar segala bentuk imperialisme dan kapitalis birokrasi  segera dihapuskan. Massa yang sudah tidak percaya pada para pemegang kuasa mengharapkan agar Mubarak sesegera mungkin pergi dari tampuk pimpinannya. Sangat menarik jika ini menjadi proses transformasi nilai-nilai perjuangan akan melahirkan sikap yang heroik dan militan. Selama ini kita telah rindu pada satu pejuang perubahan yang berani melawan kuatnya kelompok penindas rakyat. Revolu...

Kekerasan Dalam Lingkaran Kapital

Oleh : Moch. Vichi Fadhli* Sewaktu kita tengah dibuai oleh lelucon dan gaya hidup para public figure , lalu terhibur oleh ketampanan grup boyband dan kemolekan personil girlband di Indonesia, pada waktu itu pula kita lupa pada saudara-saudara kita yang tersakiti. Rakyat tengah dilanda kegaduhan. Kecemasan yang muncul ialah hak untuk hidup. Kekerasan mulai tampak kembali, dan pelakunya tidak lain adalah para eksekutor suruhan yang dibekali oleh kaum pemodal. Tentunya kita tidak pernah berhenti mendengar keresahan-keresahan kaum buruh yang menginginkan jaminan upah yang layak. Upah untuk menyejahterakan anak dan istri. Dalam posisi yang tidak berada, mereka sadar bahwa mereka ingin memperjuangkan keberadaan mereka untuk hidup layak di negeri Indonesia ini. Lagi-lagi kaum yang tidak terperhatikan ini akan selalu menghadapi pertentangan. Yakni pertentangan dengan kaum kapitalis. Dan pertentangan ini harus merelakan darah yang mengalir dari tubuh-tubuh tak berdosa. Dalam kasus i...

Olahraga dan Kerusuhan

(Moch. Vichi Fadhli) Pend. Kepelatihan Olahraga UPI 2010 Banyak yang menaruh pertanyaan mengapa olahraga di Indonesia selalu diwarnai oleh kerusuhan. Selalu saja ada beberapa oknum yang menjadi biang permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan. Ini bisa dilakukan baik dari atlet, pelatih, maupun dari penonton (baca: suporter). Mereka yang larut pada nuansa emosi dalam keberlangsungan permainan kadang tidak dapat mengatur ritme emosinya dengan baik, sehingga mengharuskan emosi negatifnya keluar menjadi suatu tindakan yang merugikan. Kasus seperti ini biasa terjadi di beberapa cabang olahraga. Khususnya pada olahraga-olahraga besar seperti sepakbola, basket, bola voli, dan lain-lain. Yang lebih parahnya lagi, kerusuhan dalam suatu pertandingan dibarengi oleh seluruh pihak sehingga makna dari suatu olahraga telah terkelupas habis oleh kebodohan ego. Sebelum beranjak lebih jauh, kita harus mengetahui dahulu apa hakikat dasar dari suatu olahraga. Olahraga adalah suatu olah tubu...