Langsung ke konten utama

10 Tipe Pelanggan yang Sebaiknya Kita Kenal

Oleh : Moch. Vichi Fadhli R


Halo sobat marketer. Pernahkah kalian coba mengamati beberapa perbedaan pelanggan kalian dalam menerima kehadiran kita? Apa perbedaan yang kalian lihat? Apakah dari karakter orangnya? Galak, judes, baik, humoris,  misterius, dan lainnya. Kalau kita gali lebih dalam, ada beberapa cara dalam membedakan pelanggan-pelanggan kita. Untuk menemukan cara yang tepat dalam menangani pelanggan kita yang berbeda-beda dengan membagi lagi pelanggan-pelanggan kita ke dalam kelompok. Hal ini disebut dengan segmentasi.

Segmentasi juga tentunya sudah dipahami oleh kita sebagai pelaku pemasaran. Tapi apakah kalian sudah pernah dengar RFM Segmentation?

Kalau kalian belum dengar, ini cukup relevan untuk kita simak khususnya buat kita yang bekerja di bidang distribusi dan ritel. Jadi RFM itu singkatan dari :

·        Recency (kapan terakhir beli)
·        Frequency (seberapa sering beli)
·        Monetary (seberapa banyak uang yang dihabiskan)

Dari ketiga aspek itu kita bisa membagi pelanggan kita ke dalam 10 tipe pelanggan yang unik dan relate dengan kita yang ada di lapangan.

Tapi, sebelum kita mengenal lebih jauh dengan 10 sifat berbeda dari pelanggan kita ini, kita perlu tahu cara menilai mereka sehingga kita bisa mendeskripsikan skor atau nilai yang tepat untuk pelanggan kita dalam segmentasi RFM. Kita bisa memberikan nilai tinggi, sedang, dan rendah dari tiap aspek RFM.

Recency (R) :

·        Tinggi : Baru saja belanja (misalnya, dalam satu bulan pelanggan kita minggu ini baru belanja)
·        Sedang : Belanja beberapa waktu yang lalu (misalnya, 2 minggu yang lalu sudah belanja dalam satu bulan)
·        Rendah : Sudah lama tidak belanja (misalnya, lebih dari satu bulan tidak belanja produk kita)

Frequency (F) :

·        Tinggi : Sering belanja produk kita (misalnya, belanja 4 sampai 8 kali dalam sebulan)
·        Sedang : Kadang-kadang belanja (misalnya, belanja 2 sampai 3  kali dalam sebulan)
·        Rendah : Jarang belanja (misalnya, hanya belanja 1 kali dalam sebulan atau 2 bulan)

Monetary (M) :

·        Tinggi : Total belanjaannya besar (misalnya, di atas rata-rata total belanjaan seluruh pelanggan kita)
·        Sedang : Total belanjaannya lumayan (misalnya, total belanja di sekitar rata-rata pelanggan kita)
·        Rendah : Total belanjaannya kecil (misalnya, di bawah rata-rata pelanggan kita)

Setelah kita tahu cara memberikan nilai pada pelanggan-pelanggan kita, maka kita bisa mengelompokkan mereka ke dalam 10 tipe pelanggan yang sebelumnya dibahas.

1.      Tuan Raja Loyal

·        Recency : Tingggi
·        Frequency : Tinggi
·        Monetary : Tinggi

Tipe ini yang disukai banyak sales dan menjadi idaman dalam bisnis. Mereka yang sering belanja, baru-baru ini, dan ngeluarin budget besar buat produk kita. Jadi bagi marketer wajib memperlakukan mereka seperti raja, karena mereka memang raja dari seluruh pelanggan-pelanggan kita.

2.      Pemburu Promo

·        Recency : Tinggi
·        Frequency : Tinggi
·        Monetary : Rendah

Kalau ini adalah tipe yang sering nungguin promo. Untuk bisa kasih treatment ke tipe pelanggan ini yaitu dengan memberi mereka promo saat kita berjualan dan mereka akan tetap setia.

3.      Pemboros Musiman

·        Recency : Tinggi
·        Frequency : Rendah
·        Monetary : Tinggi

Pelanggan tipe kaya gini cukup angin-anginan dan tidak bisa ditebak. Tapi kita masih berharap atas kehadirannya karena budget mereka yang besar. Yang bisa kita lakukan adalah tetap menjaga kontak dan mengingatkan kembali dengan kita supaya lebih sering mampir lagi.

4.      Pelanggan Baru

·        Recency : Tinggi
·        Frequency : Rendah
·        Monetary : Rendah

Mereka adalah pelanggan yang baru sekali belanja dalam waktu dekat kemarin, namun belum belanja banyak. Ini masih wajar karena pelanggan masih dalam tahap mencoba. Yang harus kita lakukan adalah dengan memberikan pengalaman yang baik atau beri first impression yang menarik agar mereka balik lagi.

5.      Loyalis Pasif

·        Recency : Sedang
·        Frequency : Tinggi
·        Monetary : Sedang

Pelanggan ini sebenarnya punya perhatian dan loyal pada kita. Namun kadang bisa karena banyak faktor yang membuat jumlah budget dan waktu terakhir belanjanya lebih variatif. Bisa karena kesibukan atau masalah keluarga. Untuk memahaminya kita harus menghubungi mereka lebih personal seperti menanyakan kabar.

6.      Potensial Berisiko

·        Recency : Rendah
·        Frequency : Tinggi
·        Monetary : Tinggi

Kita pasti pernah menemukan pelanggan yang sebenarnya dulu sering belanja dan royal, lalu kemudian tidak muncul kembali. Lagi-lagi ini dipastikan ada faktor yang membuat mereka melangkah jauh dari kita. Mungkin bisa dicari penyebabnya apakah mereka mulai melirik supplier pesaing kita? Atau lebih tertarik dengan tawaran kompetitor? Sebelum terlambat, kita harus menghubunginya kembali.

7.      Si Manja Butuh Perhatian

·        Recency : Rendah
·        Frequency : Rendah
·        Monetary : Tinggi

Pelanggan tipe ini jarang belanja, tapi ketika belanja mereka membeli dengan nilai yang cukup besar. Mungkin pelanggan ini lupa dengan kehadiran kita. Cara buat menghadapi mereka dengan mencoba meningkatkan frekuensi pertemuan kita. Kemudian mencoba untuk memberikan insentif atau penawaran khusus yang baru supaya mereka bisa lebih terlibat dengan kita.

8.      Pelanggan hibernasi (Pelangggan Tidur)

·        Recency : Rendah
·        Frequency : Rendah
·        Monetary : Rendah

Mereka sudah lama tidak belanja, meskipun saat dulu juga jarang, dan tidak pernah membeli banyak. Daripada menghabiskan banyak waktu untuk mereka, lebih baik kita bisa alihkan fokus yang lain. Bisa jadi mereka memang tidak cocok dengan kita. Tapi kalau kita masih penasaran, tidak ada salahnya dicoba sekali lagi untuk mereka.

9.      Peragu (Window Shopper)

·        Recency : Sedang
·        Frequency : Sedang
·        Monetary : Rendah

Pelanggan ini suka liat-liat, penuh pertimbangan tapi tidak menghasilkan keputusan, mereka kadang-kadang beli walaupun tidak pernah all-out dalam membeli produk kita. Jika benar mereka masih ragu dengan kita, maka kita harus meyakinkan mereka dari produk yang kita tawarkan. Ingat!! Meskipun produk kita punya kekurangan, kita tetap harus tampilkan dengan Percaya Diri menawarkan benefit dari produk kita. Bisa jadi mereka menjadi yakin dengan kita.

10.  Pelanggan VIP

·        Recency : Sedang
·        Frequency : Sedang
·        Monetary : Tinggi

Mereka adalah pelanggan yang banyak menghabiskan uangnya kepada kita ketika sedang membeli. Tapi frekuensi dan waktu membelinya masih beragam. Yang bisa kita pastikan adalah dengan memberikan pelayanan yang terbaik untuk mereka, dan terus memberikan experience baru, karena mereka dapat memberikan potensi keuntungan yang sangat besar bagi kita.

Itu semua adalah beberapa tipe pelanggan berdasarkan RFM Segmentation. Sebenarnya tipe-tipe pelanggan lain dapat dikembangkan lagi sesuai karakteristik pelanggan yang kita temukan. Hal yang perlu kita ingat adalah setiap pelanggan itu unik. Perlakukan mereka dengan tepat, maka mereka memberi perlakuan yang tepat pula untuk bisnis kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Kunci Rahasia Meningkatkan Omset Penjualan bagi Sales Kanvas

  Sejauh ini, banyak sales yang masih terkendala oleh hasil penjualannya karena tidak mencapai target.   Kalau di daerah yang kita kerjakan sama sekali mengalami fase stuck dan tidak berkembang. Maka kita harus cek atau periksa hal apa yang bikin hasil dari penjualan kita stagnan. Kalau kita sudah tau masalahnya, lalu kita bisa menciptakan solusi tersebut dari masalah yang kita miliki. Jika pencapaian omset diukur dari minggu ke minggu, Berikut ini kunci rahasia   omset penjualan agar meningkat :   1.  Bekerja berbasiskan data Banyak dari kita atau sebagai sales yang meremehkan data. Padahal data adalah faktor kunci kita dalam bekerja. Sayangnya banyak di antara kita yang berfokus pada aktivitas lapangan tapi lemah dalam soal data. Dapat dikatakan bekerja terkait data erat kaitannya dengan tim administrasi atau supervisor, karena hanya mereka yang memiliki keleluasaan dalam mengakses data. Padahal bagi seorang sales, jika bekerja berdasarkan data maka seor...

Tiktok Shop vs Pasar Konvensional

Oleh : Moch Vichi Fadhli R. S.Pd., M.M.   Pasar Tanah Abang dan beberapa toko pakaian tradisional mulai sepi. Banyak para pedagang gulung tikar dan merasa dirugikan karena kehadiran platform social-commerce dan perang harga yang tidak sesuai dengan logika pasar. Lalu, pemerintah tengah ramai ditekan agar membuat kebijakan khusus untuk menutup platform Tiktok sebagai media ekonomi yang menghancurkan UMKM tradisional. Fenomena ini sebenarnya terjadi karena adanya gap antara attitude dan behavior , Carrington (2016) pernah meneliti persoalan ini secara kritis. Krisis ini terjadi ketika pasar sendiri yang menciptakan gap di antara pilihan cara berkonsumsi secara individualis dan ketersediaan pasar secara sistemik. Hal yang mendasari tersebut adalah bagian dari kontradiksi kapitalisme yang tidak pernah bisa berhenti menciptakan hasrat tak terpuaskan dan ekses konsumsi. Dari pernyataan ini muncul ketidaksesuaian antara hasrat dan perbuatan. Ketidaksiapan masyarakat dalam mengkonsum...

Apa Sebenarnya Filosofi Louis van Gaal?

Jika ada hal selain bertanding dan melatih sepakbola yang Louis van Gaal tampaknya kuasai, sepertinya hal tersebut adalah soal berpikir dan berbicara. Sayangnya berpikir dan berbicaranya juga soal permainan sepakbola. Itulah sebabnya pelatih asal Belanda ini senang sekali berbicara tentang “filosofi”-nya. “Satu yang paling penting adalah filosofi saya, dan ketika tim tetap dengan filosofi saya, tim bisa melakukannya karena setiap pemain telah bermain dalam filosofi tersebut,” katanya setelah kemenangan di Bulan Desember atas Liverpool. Itu adalah pernyataan khas Van Gaal. Jika menang, ia mengatakan itu karena filosofi. Sementara jika kalah, ia akan mengatakan itu karena tim tidak menerapkan filosofinya dengan cukup baik. Tapi enam bulan setelah kedatangannya di Old Trafford, ada banyak orang yang tidak benar-benar paham sepenuhnya apa filosofi Van Gaal tersebut. Beberapa orang tidak yakin, bahkan beberapa lainnya tidak memiliki petunjuk atau   clue ...